“Celakalah Khalid. Semoga tuhan Romawi melaknatnya.” Sumpah serapah itu keluar dari mulut Argenta seraya menarik tali kekang kudanya meninggalkan medan perang yang masih berdebu. Samar-samar terlihat ribuan tentara Romawi mulai mengambil langkah seribu.
just useful for all of you, dear ..
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Mei 2010
Gregorius Theodorus, Sang Syuhada
“Gergorius sudah mati. Aku yang menikamnya karena Gergorius yang malang telah membelot menjadi seorang muslim,” perasaan gundah menyelimuti Margiteus yang tengah mengusap-usap pedang panjangnya yang berukiran matahari dengan 12 jilatan api itu.
“Hah, mustahil mana mungkin terjadi, dia seorang Kristiani yang taat.” Argenta menatap tajam Margiteus
“Hah, mustahil mana mungkin terjadi, dia seorang Kristiani yang taat.” Argenta menatap tajam Margiteus
Sabtu, 24 April 2010
Sirah Sahabat: Uqbah bin Amir Al-Juhani
Rasulullah tiba di pinggir kota Madinah sesudah lama menanggung duka. Penduduk Madinah berdesak-desakan di jalan-jalan dan di loteng-loteng rumah, menyambut kedatangan beliau, sambil mengucapkan tahlil dan takbir, menunjukkan kegembiraan mereka bertemu dengan Rasulullah dan sahabatnya, Abu Bakar As-Sidiq. Gadis-gadis remaja keluar rumah membawa rebana, dengan pandangan mata penuh kerinduan sambil menyanyikan lagu merdu:
“Telah muncul purnama raya di tengah-tengah kita, dari celah-celah gunung terlewati,
kami wajib bersyukur atas da’wahnya menyembah Allah.”
Arak-arakan mengiringi Rasulullah yang berjalan perlahan-lahan di antara barisan orang banyak, dikelilingi hati yang penuh rindu serta curahan air mata bahagia.
“Telah muncul purnama raya di tengah-tengah kita, dari celah-celah gunung terlewati,
kami wajib bersyukur atas da’wahnya menyembah Allah.”
Arak-arakan mengiringi Rasulullah yang berjalan perlahan-lahan di antara barisan orang banyak, dikelilingi hati yang penuh rindu serta curahan air mata bahagia.
Jumat, 16 April 2010
Sirah Sahabat: Abbad bin Bisyr

Abbad bin Bisyr adalah sebuah nama cemerlang dalam sejarah dakwah Islamiyah. Bila Anda mencarinya diantara para abid (ahli ibadah) maka Anda akan mengatakan dia seorang yang taqwa, suci, dan menegakkan shalat setiap malam dengan membaca beberapa juz Al-Qur’an. Bila Anda mencarinya di kalangan para pahlawan, maka Anda akan mendapatinya sebagai pahlawan yang gagah berani, telah mengalami banyak pertempuran demi menegakkan kalimat Allah. Dan jika Anda melihatnya di lapangan pemerintahan, maka dia seorang penguasa yang cakap, berbobot, dan dipercaya dalam urusan harta kekayaan kaum muslimin.
Ketika Islam mulai tersiar di Yatsrib, Abbad bin Bisyr masih muda. Kulitnya yang bagus dan wajahnya yang rupawan memantulkan kesucian. Dalam kegiatan sehari-hari dia memperlihatkan tingkah laku yang baik, bersikap seperti orang-orang yang sudah matang jiwanya, meski usianya belum mencapai dua puluh lima tahun.
Rabu, 14 April 2010
Alexander

Hari ini begitu cerah , ketika mendung tak lagi nampak seperti biasanya . Awan-awan mulai memutih tak seperti hari-hari biasa , ketika itu pula matahari bersinar dengan cerahnya tanpa penghalang sinarnya menyentuh tubuh mungil yang meringkuk di atas trotoar itu . Jalanan sudah mulai ramai , ketika tubuh lusuh itu dengan lelapnya pulas di depan pintu sebuah toko .
Hari sudah dimulai .
tubuh itu dibangunkan klakson kendaraan-kendaraan besar seperti hari-hari yang sudah . Tangan kecil itu mengucek matanya , mengonsentrasikan pikiran dan memfokuskan matanya . Perutnya terasa kosong ketika terdengar bunyi " krucuk .. krucuk .. " . Ya , hari ini pun tubuh mungil yang biasa di panggil Kancel itu harus berjuang sendiri mencari pengisi perut agar tetap hidup .
Langganan:
Postingan (Atom)