Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 April 2010

Ternyata Dunia Sudah Banyak Berubah

Ternyata Dunia Sudah Banyak Berubah

aku dan mereka

tak bisa kita pungkiri bahwa kita memilih jalan yg berbeda

aq menganggap kalian orang2 kiri
kalianpun menganggap aq yg orang2 kiri
karena kita selalu menganggap bahwa diri kita kanan

Terakhir



Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

(CSD, Selasa, 11 November 1969)

Teriak - Teriak

mencoba berfikir
ketika sebuah fungsi sudah berubah fungsi
ketika sebuah kebenaran ternyata salah
dan pula sebaliknya

mereka yang idealis pun kecewa
ketika hukum yang mereka pelajari masih ada hukum tak tertulis lagi yang berkuasa diatasnya

merekapun canggung
realistis ?
atau tetap idealis ?

tapi, aku ingat orang2 yang berpikir bebas bersamaku
bukan orang yang mengikuti alur hukum taktertulis dan relistis
mereka wajah-wajah halus yang keras
yang berbicara tentang kemerdekaan
dan bercita-cita
menggulingkan tiran

Jalan

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa

pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.

ketika sebuah pencarian belum menemukan apa yang dia cari.

dan kalimatnya pun selalu bertanda tanya.

harapan.

atau hanya sekedar impian.

hidup adalah tentang keberanian menghadapi yang tanda tanya.

tanpa kita bisa mengerti.

tanpa kita bisa menawar.

*

aku pulang.

aku kembali padamu.

cintamu yang tuntun jalanku.

ketika aku telah letih langkahku dan tersa berat.

*

akhirnya tiba pada hari yang biasa itu.

Hanya Pernah

aq pernah nyaman di sampingmu.

aq pernah lelap di dekapmu.

aq pernah tertawa di harimu.

aq pernah menangis di sedihmu.

aq pernah hangat di pelukmu.

aq pernah kenyang di suapmu.

aq pernah kuat di lemahmu.

aq pernah mesra di belaianmu.

aq pernah cinta di hatimu.


pun.


hanya pernah.

MANDALAWANGI PANGRANGO




Sendja ini, ketika matahari turun kedalam djurang2mu

Aku datang kembali

Kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu.

Walaupun setiap orang berbitjara tentang manfaat dan guna

Aku bitjara padamu tentang tjinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu

Seperti kau terima daku.

Dia dan Suatu Masa

pernah suatu masa.

ketika dia mewarnai.

ketika dia menyakiti.

dan ketika dia hilang.

Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

dan itulah dia bagiku.

yang pernah ada.

pada suatu masa.

Sajak Putih


Bersandar pada tari warna pelangi.

Kau depanku bertudung sutra senja.

Di hitam matamu kembang mawar dan melati.

Harum rambutmu mengalun bergelut senda.

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba.

AKU MALU JADI ORANG INDONESIA

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,

Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,

Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,

Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan peuyeum dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari,

Penerimaan

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Sepi



Sepi di luar.
Sepi menekan mendesak.

Lurus kaku pohonan.
Tak bergerak
Sampai ke puncak.
Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti.
Menanti.
Menanti.

Suatu Hari Dalam Hidupmu


Suatu hari dalam hidupmu
kau akan ingat suatu tempat
Ada yang menyentuh wajahmu
Kau akan kembali dan kau akan melihat sekelilingmu