Tampilkan postingan dengan label Teriakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teriakan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2010

UU BHP, Tentang Kelemahannya


Sudah biasa kita dengar bahwa akhir-akhir ini pendidikan negeri kita disibukkan dengan pro-kontra UU BHP. Pengesahan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) pada tanggal 17 Desember 2008 silam oleh DPR-RI telah menuai pro dan kontra dari berbagai elemen masyarakat. Unjuk rasa besar-besaran menolak hadirnya UU BHP oleh sebagian besar mahasiswa di berbagai daerah telah mewarnai pemberitaan media elektronik maupun media cetak di penghujung tahun 2008. Hal ini merupakan sebuah kewajaran ketika UU bHP tersebut tidak sejalan dengan UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dimana pendidikan harus bisa merata kepada seluruh elemen masyarakat.

Disisi lain beberapa kalangan akademisi dan pengamat pendidikan tinggi justru menyambut baik pengesahan UU BHP ini.
Bila kita simak secara teliti, ternyata UU BHP memiliki cukup banyak kelemahan yang secara umum dapat dikelompokan kedalam 3 masalah utama, yaitu (1) masalah keberpihakan kepada masyarakat kecil, (2) masalah tanggungjawab pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, dan (3) masalah kacau-balaunya pasal-pasal dalam undang-undang ini.

Senin, 12 April 2010

Teriak - Teriak

mencoba berfikir
ketika sebuah fungsi sudah berubah fungsi
ketika sebuah kebenaran ternyata salah
dan pula sebaliknya

mereka yang idealis pun kecewa
ketika hukum yang mereka pelajari masih ada hukum tak tertulis lagi yang berkuasa diatasnya

merekapun canggung
realistis ?
atau tetap idealis ?

tapi, aku ingat orang2 yang berpikir bebas bersamaku
bukan orang yang mengikuti alur hukum taktertulis dan relistis
mereka wajah-wajah halus yang keras
yang berbicara tentang kemerdekaan
dan bercita-cita
menggulingkan tiran

Jalan

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa

pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.

ketika sebuah pencarian belum menemukan apa yang dia cari.

dan kalimatnya pun selalu bertanda tanya.

harapan.

atau hanya sekedar impian.

hidup adalah tentang keberanian menghadapi yang tanda tanya.

tanpa kita bisa mengerti.

tanpa kita bisa menawar.

*

aku pulang.

aku kembali padamu.

cintamu yang tuntun jalanku.

ketika aku telah letih langkahku dan tersa berat.

*

akhirnya tiba pada hari yang biasa itu.

AKU MALU JADI ORANG INDONESIA

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,

Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,

Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,

Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan peuyeum dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari,